Turba ke-6 di Siliragung, PCNU Banyuwangi Beberkan Temuan Penting tentang Kondisi Ranting NU
Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi kembali melanjutkan rangkaian Turun ke Bawah (Turba) bertajuk Ngerandu NU. Memasuki titik keenam, kegiatan yang digelar di MWCNU Siliragung, Minggu (12/7/2026), dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas jajaran pengurus MWCNU, PAC badan otonom (Banom), lembaga, hingga pengurus ranting se-Kecamatan Siliragung.
Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus forum penyampaian program kerja dari berbagai Banom dan lembaga PCNU Banyuwangi. Selain itu, Turba juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta memetakan kebutuhan warga Nahdliyin di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran PCNU Banyuwangi menegaskan bahwa organisasi saat ini memiliki 19 lembaga dan 13 badan otonom (Banom) yang siap memberikan pelayanan kepada warga NU sesuai bidang masing-masing.
"Semua persoalan warga NU silahkan disampaikan kepada PCNU. Kita memiliki lembaga-lembaga yang insyaallah dapat membantu berbagai kebutuhan masyarakat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat," disampaikan dalam forum tersebut.
Pada sesi pemaparan program, LPNU memperkenalkan gagasan Gerak Ekonomi Nahdlatul Ulama (Gemanu) yang bertujuan menjadikan kantor MWCNU sebagai pusat pelayanan ekonomi masyarakat. Melalui program tersebut, warga NU nantinya diharapkan dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pembayaran pajak kendaraan, pendaftaran haji, layanan ziarah, hingga kebutuhan administrasi lainnya cukup melalui kantor MWCNU.
Sementara itu, PC IPPNU Banyuwangi menyampaikan bahwa kaderisasi terus berjalan dengan baik. Menurutnya, PAC IPPNU Siliragung selama ini aktif mengirimkan kader terbaik dalam setiap kegiatan kaderisasi tingkat cabang. Ke depan, PC IPPNU juga memberikan keleluasaan kepada PAC untuk membentuk komisariat di berbagai lembaga pendidikan, mulai tingkat SMA hingga TPQ, sebagai upaya memperluas kaderisasi.
Dari unsur Pagar Nusa, disampaikan beberapa program unggulan, di antaranya digitalisasi pendataan anggota dan santri melalui aplikasi SIASAL (Sistem Informasi Anggota dan Santri Pagar Nusa). Selain itu, Pagar Nusa juga menjalin kerja sama dengan PP. Minhajut Thullab Muncar untuk membantu memfasilitasi pendidikan bagi anggota maupun santri kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK. Tidak hanya itu, Banyuwangi juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Kejuaraan Pagar Nusa Jawa Timur yang akan digelar di Sumberberas.
Sementara LAKPESDAM memaparkan rencana pembentukan kepengurusan di setiap MWC. Lembaga ini akan berfokus pada penguatan riset, mulai dari isu perempuan, lingkungan hidup, hingga penyusunan basis data warga Nahdliyin di Banyuwangi. LAKPESDAM juga berencana membentuk pos pengaduan khusus bagi perempuan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender.
Adapun PC Muslimat NU Banyuwangi memperkenalkan sejumlah program prioritas, di antaranya Safari Ramadan, penguatan ekonomi melalui Koperasi An-Nisa, pembentukan anak ranting Muslimat di seluruh Banyuwangi, penertiban aset organisasi, pendataan legalitas TPQ, hingga rencana kerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dalam berbagai program pelayanan umat.
Ketua MWCNU Siliragung, Afif Pudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran PCNU Banyuwangi beserta seluruh Banom dan lembaga dalam kegiatan Turba tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak, ibu, adik-adik serta seluruh pengurus Banom dan lembaga PCNU Banyuwangi. Terima kasih atas partisipasi dan dukungannya dalam kegiatan ini. Semoga ke depan Banom di Kecamatan Siliragung semakin kompak, semakin kuat, dan semakin erat ikatan kekeluargaannya," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran PCNU Banyuwangi menjadi suntikan semangat bagi seluruh pengurus di tingkat kecamatan. Ia berharap hasil diskusi dan berbagai program yang dipaparkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga sehingga pelayanan kepada warga Nahdliyin semakin optimal.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Banyuwangi, Bisri Mustofa, menyampaikan hasil evaluasi yang dilakukan selama pelaksanaan Turba. Ia menilai masih diperlukan penguatan kapasitas organisasi, khususnya di tingkat ranting.
"Dari hasil review kami, ada beberapa hal yang harus kami sampaikan. Perlu adanya motivasi terhadap ranting, dan ini menjadi kewajiban PCNU untuk segera mengadakan upgrading. Upgrading ini dilakukan untuk menyesuaikan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 25 Tahun 2025 tentang keberadaan ranting NU berbasis desa."
Ia menjelaskan bahwa perubahan regulasi tersebut menuntut seluruh kepengurusan ranting melakukan penyesuaian, baik dari sisi administrasi maupun tata kelola organisasi. Karena itu, PCNU Banyuwangi berkomitmen segera melaksanakan program upgrading sebagai bekal bagi pengurus ranting agar mampu menjalankan organisasi secara lebih tertib, profesional, dan sesuai dengan ketentuan terbaru.
Menutup kegiatan, PCNU Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya untuk hadir melayani seluruh warga Nahdliyin di setiap tingkatan organisasi.
"Kami jajaran PCNU siap melayani seluruh umat NU di semua tingkatan, mulai dari kecamatan, desa, hingga RT dan RW."
Melalui Turba Ngerandu NU, PCNU Banyuwangi berharap komunikasi antara pengurus cabang, MWC, Banom, lembaga, hingga ranting semakin solid. Dengan demikian, berbagai program yang telah dirancang dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.
Pewarta : Aldi Asy Syaikh Ar Rois
NU Online Banyuwangi
Jurnalis / Kontributor resmi portal berita.
Berita Terkait
Daerah
Hadrah Kuntulan: Ketika Dakwah Berbunyi di Bumi Blambangan
Daerah
Turba PCNU Banyuwangi di Pesanggaran Hasilkan Rekomendasi Penguatan Program Banom dan Lembaga NU
Daerah